Fakta situs salingsapa.com

foto berita artikel

Muhammad Yahya Harlan, siswa SMP kelas satu Sekolah Alam Bandung, Jawa Barat, merupakan pencipta situs jejaring sosial yang mirip seperti Facebook, yang diberi nama SalingSapa.com (SS). Situs Salingsapa.com dilengkapi fitur-fitur islami mulai dari mengaji sampai mendengarkan ceramah. Di fitur Khazanah, user bisa mendengarkan ceramah-ceramah dari banyak ustad. Sedangkan di fitur Al-Quran, user bisa membaca Al-Qurang dari Juz 1 sampai 10, lengkap juga dengan terjemahannya, atau hanya untuk mendengarkan ayat-ayat Al-Quran. Ada fasilitas lainya seperti fitur radio yang bisa diperdengarkan selama 24 jam, juga fitur-fitur lainnya yang hampir sama dengan jejaring sosial umumnya seperti wall (dinding), news feed, foto, teman, dan lain-lain.

Namun, di balik itu, situs SalingSapa.com memiliki sejumlah kelemahan. Menurut Yahya, kelemahan SalingSapa.com diantaranya kemampuan server untuk menampung banyaknya data masih dianggap belum cukup kuat sehingga terkadang mengakibatkan loading situs lama, bahkan down atau tidak bisa diakses. Selain itu, kekurangan berasal dari komunitas Script Jcow yang digunakan di SalingSapa.com.

Content Management System (CMS) Jcow adalah salah satu dari sekian banyak script jejaring sosial yang dijual pembuatnya. Agar CMS tersebut laku, maka sejumlah CMS Social Network ini pun juga merilis versi Open Source atau Gratis.

Kelebihan CMS Jcow:
1. Sangat Simple dan Mudah di Instal.
2. Total File sangat Ringan (tidak sampai 1 Mb)
3. Fitur sangat mirip Facebook (Ada chat antar members, Photo,Button Like, Music, Video Youtube, dll.
4. Jika Server besar maka Loading sangat Cepat.

Kekurangan:
1. Notifikasi tidak full ( Jika si A berkomentar di wall si B, maka si B tidak menerima notifikasi. Namun si A akan selalu menerima notifikasi dari si B maupun member lain. Begitu juga sebaliknya)
2. Aplikasi Chatting masih sangat sederhana. Jika members berkomunikasi maka akan sangat lambat.
3. Database sering error. Jcow CMS menampung semua data melalui query Database. Semakin banyak pengakses Jcow maka server akan lambat dan akan membuat database sering error.
4. Untuk fitur andalan seperti Versi mobile, Group, Page harus membeli Jcow SCript Profesional atau membeli satu-satu script tersebut.

Untuk itu, menurut komunitas tersebut berharap Salingsapa.com bisa menangani masalah Jcow ini karena pembuat jcow juga sampai saat ini masih berusaha menemukan problem tersebut.

Selengkapnya...

Jadikan Kampus kita sebagai Sarang riset

Ilustrasi

Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) meyakini sumbangsih paling besar terhadap daya saing suatu bangsa adalah dari sektor pendidikan.

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendiknas Djoko Santoso, dalam konferensi pers ajang Olimpiade Sains Nasional Pertamina 2010 di Kampus UI Depok, Senin (27/9/2010).

Djoko menilai, ilmu sains dapat menjadi salah satu faktor untuk meningkatkan daya saing bangsa. Menurut Djoko, perguruan tinggi adalah Landasan penelitian dan pengabdian.

“Pada dasarnya ilmu sains itu untuk menumbuhkan riset, harusnya perguruan tinggi bukan hanya sekedar lembaga pendidikan, tapi jadikan pula lembaga riset, ilmu tidak boleh mati, jadi harus ditulis serta harus dibuat atau diciptakan ahli-ahli,” ujarnya.

Tahun ini, sesuai data Kemendiknas, indeks prestasi perguruan tinggi di Indonesia secara global naik dari angka 54 ke angka 44 atau sekitar 30 persen

Sumber: http://kampus.okezone.com/read/2010/09/27/373/376401/jadikan-perguruan-tinggi-sarang-riset

Selengkapnya...

Smartphone Murah Bakal Gebrak di 2011

WASHINGTON - Setelah pasar ponsel dunia dihantam badai di 2009, lalu mulai mengalami pemulihan di 2010, pada 2011 semua akan kembali normal dengan kenaikan penjualan sekira 8 persen.

Dilansir Pyramid Research, seperti dikutip melalui Cellular News, Senin (3/1/2011), pasar ponsel dunia akan mengalami kenaikan sekira 8 persen menjadi 1,4 miliar unit. Dalam angka tersebut, ponsel murah, smartphone terjangkau dan perangkat berbasis Android akan memberikan kontribusi cukup besar.

"Dalam kurun 2011 hingga 2015, sekira 70 persen handset yang terjual berasal dari kebutuhan besar di negara berkembang," ujar analis senior di Pyramid Research, Stela Bokun.

Perusahaan riset itu berharap kebutuhan untuk model ponsel murah juga masih diminati di negara maju. Menurut mereka, segmen pasar yang belum terjamah di negara-negara ini adalah anak kecil dan orang lanjut usia. Rata-rata pengguna memilih menggunakan telepon seluler yang sederhana, yang hanya menawarkan pesan teks.

"Kebutuhan untuk smartphone berharga murah di wilayah ini telah meningkat sejak pertengahan tahun 2010 dan akan terus meningkat pada 2011 ini," ujar Bokun.

Selain itu, lanjut Bokun, ekspansi Android cukup memberikan bukti jika smartphone yang terjangkau juga ada. Ponsel pintar berbasis Android kebanyakan diminati di pasar Amerika Latin, Asia Pasifik. (srn)

by_ kikin

Selengkapnya...

Lencana Facebook