Ubuntu 9.04 Telah Dirilis, Mau Coba?

Nuansa Polnes/JAKARTA - Bagi para pengguna Linux khususnya untuk distro Ubuntu, sepertinya bulan ini menjadi bulan yang ditunggu-tunggu. Pada tanggal 23 April, Ubuntu meluncurkan versi terbarunya. Untuk kali ini diberi nama Jaunty Jeckalope.

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh distrowatch.com, Ubuntu merupakan distro linux yang paling banyak penggunanya. Dokungan komunitas yang besar mendorong Ubuntu terus berkembang semakin luas. Selain itu dukungan komersil dari Conanical, LTD turut mendongkrak pertumbuhan distro yang berbasis Debian ini.

Dari semenjak pertama kali muncul pada tahun 2004 (versi 4.10) hingga saat ini (versi 9.04) tercatat sudah ada sepuluh versi yang sudah diluncurkan. Yang menarik, selang waktu peluncuran antara versi yang satu dengan yang lainnya secara konsisten berperiode setiap enam bulan sekali. Walaupun terbilang cukup sering mengeluarkan versi terbaru, pengguna versi yang lama masih tetap mendapatkan update secara resmi paling tidak selama 18 bulan.

Untuk mendapatkan OS ini pun terbilang sangat mudah. Jika kita mempunyai koneksi internet yang lumayan cepat kita bisa langsung mengunduhnya baik dari situs resmi maupun situs-situs yang menjadi mirrornya.

Di Indonesia mirror Ubuntu ada di http://kambing.ui.edu/iso/ubuntu/releases/9.04/ yang dikelola oleh Universitas Indonesia dan ftp://dl2.foss-id.web.id/iso/ubuntu/releases/9.04/ yang dikelola oleh PT Telkom.

Jika tidak, kita bisa langsung memesan di https://shipit.ubuntu.com yang akan langsung dikirimkan ke alamat kita. Berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk pemesanan CD ini? Dari pengalaman melakukan beberapa kali pemesanan, saya hanya cukup mengeluarkan kocek sebesar Rp 3000. Hal ini lah yang kemudian mendorong terutama para pengguna baru linux untuk mencoba Ubuntu.

Kini pada versi terbarunya Ubuntu menawarkan banyak keunggulan. Salah satu keunggulan yang ditawarkan adalah kecepatan waktu booting yang dibuthkan kurang dari 25 detik. Waktu 25 detik ini dihitng mulai dari memilih menu pada grub loader hingga muncul tampilan login.

Dari sisi tampilan, kini Ubuntu 9.04 memiliki design login baru. Begitu juga dengan themes yang hadir dengan tiga macam pilihan design baru. Pada themes-thems ini waran hitam dan abu-abu terasa lebih dominan bila dibandingkan dengan versi-versi sebelumnya. Lingkungan Desktop yang digunakan sudah menggunakan Gnome 2.26.0.

Dukungan terhadap perangkat jaringan juga semakin baik. Kini bagi mereka yang biasa terkoneksi ke internet menggunakan Wi-Fi atau perangat 3G akan merasakan kemudahan perpindahan dari 3G ke Wi-Fi atau sebaliknya dengan sangat mudah.

Dari sisi aplikasi yang disertakan, Ubuntu 9.04 telah menyertakan software-software pilihan dengan versi yang paling anyar seperti OpenOffice 3.0 untuk aplikasi office, Pidgin 2.5.5 untuk aplikasi instant massanger dan Firefox 3.08 untuk keperluan berselancar internet.

"Dengan perkembangan yang sangat pesat dari setiap versi yang diluncurkan, kami yakin Ubuntu 9.04 akan mendorong lebih banyak orang untuk beralih ke platform terbuka," kata Jane Silber, COO Conanical dalam rilis persnya.

Untuk keperluan penggunaan komputer keseharian, sepertinya apa yang ditawarkan oleh Ubuntu sudah lebih dari cukup. Lebih dari itu, malu rasanya masih menggunakan sistem operasi bajakan padahal telah tersedia secara cuma-cuma sistem operasi yang sangat bagus ini. Jadi apakah Anda tertarik untuk menggunakan Ubuntu? (ISKANDAR SOESMAN)

kikin

Sumber: kompas

Selengkapnya...

Panduan Installasi Ubuntu 9.04


Gambar 7

Oleh Iskandar Soesman*

Nuansa Polnes/Samarinda - Ubuntu 9.04 yang diberi nama Jaunty Jeckalope secara resmi telah diluncurkan pada 23 April 2009. Berbagai feature baru dan perbaikan bug dari versi sebelumnya menjadikan versi ini lebih menjanjikan. Berikut ini adalah tahapan-tahapan instalasi ubuntu 9.04.

Sebelum melakukan instalasi, Anda harus menyediakan ruang harddisk minimal 4 GB. Kemudan backup data-data penting untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Pada proses instalasi ini, penulis akan menginstal Ubuntu pada komputer yang sebelumnya telah terinstal sistem operasi Windows XP. Setelah semua proses selesai nantinya akan ada dua sistem operasi (dual OS) yang terinstal.

Untuk sistem operasi Ubuntu penulis membuat satu partisi baru sebesar 4 GB. Untuk membuat partisi baru di dalam sistem operasi Windows XP, bisa menggunakan Parted Magic (www.partedmagic.com) atau applikasi semacamnya.

1.Jika belum memiliki CD Ubuntu 9.04 Anda bisa mendownload di situs resminya yang beralamat http://www.ubuntu.com/products/GetUbuntu/download. Pilih lah mirror server yang lokasinya paling dekat, yakni Indonesia yang disediakan oleh PT Telkom. Setelah mengklik link yang diberikan, Anda akan menjumpai beberapa pilihan file yang bisa didownload. Pilihlah Ubuntu -9.04-desktop-i386.iso jika komputer Anda bermesin i386 atau Ubuntu -9.04-desktop-amd64.iso jika komputer Anda bermesin AMD 64bit.

2.File yang Anda download berekstensi .iso yang artinya bisa langsung Anda Burn ke dalam sebuah CD kosong. Anda bisa menggunakan softwere burning apapun yang Anda sukai.

3.Setelah selesai masukan, CD Ubuntu ke dalam CD/DVD-ROOM Drive dan restart komputer. Pastikan komputer Anda diset booting pertama kali ke CD/DVD-ROOM. Jika belum, atur konfigurasinya pada sistem bios.

4.Jika sudah booting tidak lama akan muncul pilihan penggunaan bahasa seperti yang tampak pada gambar (foto 01). Pilihlah bahasa sesuai dengan yang Anda inginkan. Selama proses installasi bahasa pengantar yang digunakan menggunakan bahasa yang Anda pilih.

5.Kemudian akan muncul menu pilihan penggunaan CD Ubuntu (gambar 02). Pilih menu "Try Ubuntu without any change to you computer". Pilihan ini akan memberikan kesempatan kepada Anda untuk melihat lebih jauh antarmuka desktop Ubuntu tanpa harus menginstalnya ke dalam komputer.

6.Tunggulah beberapa saat hingga proses loading selesai dilakukan. Setelah itu akan muncul tampilan utama desktop Ubuntu (gambar 03). Pada tahap ini, Anda bisa melihat-lihat antarmuka dan navigasi yang ada pada Ubuntu.

7.Untuk melanjutkan klik icon install yang ada di Desktop. Tampilan yang pertama kali muncul setelah itu adalah pilihan bahasa. Silahkan pilih sesuai dengan keinginan Anda (gambar 04). Setelah itu klik tombol Forward.

8.Selanjutnya adalah pemilihan Region dan City. Saya memilih Asia pada bagian Region dan Jakarta pada bagian City (gambar 05). Kemudian tekan tombol forward.

9.Bagian selanjutnya adalah menu layout Keyboard. Untuk bagian ini bisa langsung dilanjutkan tanpa perlu melakukan konfigurasi apapun. Untuk melanjutkan tekan tombol Forward.

10.Setelah itu akan muncul tampilan persiapan pembuatan partisi. Ini adalah bagian terpenting dari keseluruhan proses installasi. Pada bagian ini terdapat tiga menu pilihan yaitu:
1.Use the entire disk
2.Use the largest continous free space
3.Specify partitions manually (advenced)

11.Pada bagian awal kita telah menyiapkan sebuah partisi sebesar 4GB yang akan kita gunakan untuk menginstal Ubuntu. Untuk itu kita bisa memilih menu yang ketiga yaitu "Specify partitions manually (advenced)" dan dilanjutkan dengan menekan tombol Forward.

12.Setelah itu akan muncul menu list partisi yang ada pada hardisk kita (gambar 06). Pada bagian ini terlihat partisi untuk Windows XP (drive c) ada pada /dev/sda1 yang bertipe ntfs. Sedangkan bagian /dev/sda5 adalah tempat penyimpanan data dalam Windwos XP (drive d). Oleh karena itu kita tidak perlu merubah konfigurasi apapun pada dua bagian ini. Partisi yang sudah disipapkan untuk Ubuntu ada pada bagian /dev/sda6. Pilih /dev/sda6 dan klik delete partitions.

Hal ini untuk memecah partisi tersebut menjadi dua yaitu system dan swap. Setelah itu /dev/sda6 akan hilang dan yang ada hanya bagian "free Space" (gambar 07). Klik dua kali pada bagian Free Space ini dan lihat pada bagian "New partitions size in megabytes". Dari total space yang tersedia (pada komputer penulis saat ini ada 4137) kita sisakan 1000 mb untuk bagian partisi swap yang nantinya akan kita buat.

Untuk bagian Location for the new partition pilih Beginning. Untuk bagian Use as pilih Ext journaling file system. Dan untuk bagian mount point pilih tanda "/" kemudian tekan OK dan tunggu proses scaning (gambar 08).

13.Ulangi untuk klik dua kali pada bagian free space. Pilih bagian swap area pada bagian Use as dan langsung tekan OK. Tunggu hingga beberapa saat sehingga muncul menu list partisi yang baru. Setelah semacamnya sudah dipastikan benar tekan Forward.

14.Setelah itu akan muncul bagian pengisian nama, password dan nama komputer. Isikan sesuai dengan kebutuhan Anda (gambar 10). Setelah semuanya diisi lanjutkan dengan menekan tombol Forward.

15.Setelah itu akan muncul menu migrasi dokumen dan setting dari sistem operasi Windows XP. Kita bisa melanjutkan bagian ini dengan menekan Forward.

16.Setelah itu akan muncul konfirmasi proses install. Untuk konfirmasi klik tombol Install. Setelah itu proses installasi segera dimulai tunggulah hingga beberapa saat (gambar 11).

17.Kemudian akan muncul pesan meminta sistem untuk direstart. Setelah menekan pilihan "Restart Now" pastikan cd Ubuntu sudah dikeluarkan dari CD/DVD-ROOM Drive (gambar 12).

18.Proses installasi sudah selesai. Kini tiap kali booting akan ada pilihan menu untuk masuk ke dalam sistem operasi Ubuntu atau Windows XP (gambar 13). Tekan enter untuk langsung masuk ke dalam Ubuntu.

*Riset Kompas.com

kikin

Selengkapnya...

IBM Usung Teknologi Baru yang Hemat Energi

Nuansa Polnes/JAKARTA - IBM meluncuran produk baru yang dapat mengatasi tantangan utama di pusat data, yaitu biaya listrik tinggi dan pengelolaan teknologi informasi yang optimal seperti penggunaan prosesor yang menganggur atau tidak digunakan secara optimal. Produk tersebut dapat mengurangi biaya energi hingga 93 persen.

Demikian diungkap Fetra Syahbana, Country Manager System & Technology Group IBM Indonesia saat konferensi pers Peluncuran Produk Baru IBM di Jakarta, Kamis (23/4).

"Keadaan bisnis saat ini memaksa para profesional TI di setiap industri untuk mengonsolidasikan, menvirtualisasikan, dan mendukung berbagai jenis platform, bauran sistem operasi, perangkat keras, middleware dan aplikasi. Dan sebagian besar perusahaan tidak dapat menemukan satu solusi yang dapat mengatasi semua masalah yang mereka hadapi," jelas Fetra.

Produk baru terserbut adalah teknologi iDataPlex, blade, rak x86 System x, dan piranti lunak pengelolaan generasi baru untuk menciptakan infrastruktur yang dinamis, terjangkau dan mudah dikelola.

Ferta juga menjelaskan bahwa produk andalan IBM tahun ini mempunyai performa komputasi mencapai dua kali lipat lebih tinggi dan dapat mendukung lebih banyak memori, penyimpanan dan I/O agar memudahkan pelanggan bertransisi ke sumber daya komputasi yang tervirtualisasi dan sangat efisien. Server rak dan Blade System x unggul di industri dengan opsi memori 96GB hingga 1TB.

Ketiga produk unggulan yang menopang Teknologi System x generasi terbaru prosesor Intel Xeon Seri 5500 adalah IBM BladeCenter HS22, IBM System x3650 M2 dan x3550 M2, IBM System x iDataPlex dx36 0 M2.

IBM BladeCenter HS22 merupakan server yang efisien dan dirancang untuk menjalankan berbagai jenis beban kerja. Salah satu fitur unggulan HS22 ini adalah memorinya yang tiga kali lebih besar dari model sebelumnya, sehingga memungkinkan HS22 untuk mem proses transaksi dua kali lipat lebih banyak per menitnya.

Bahkan, pelanggan dapat mencapai rasio pengkonsolidasian 11-banding-1 ketika memigrasikan server-server rak dan blade yang lama ke server blade HS22, selain menghemat biaya energi lebih dari 93 persen.

Selain itu, dua storage bay internalnya yang berkemampuan hot-swap menawarkan pilihan SAS, SATA, atau solid state option. HS22 juga menawarkan kehandalan terbaik di kelasnya dan kompatibel dengan semua BladeCenter kelas enterprise dan office chassis, melindungi investsai pelanggan di BladeCenter.

Kedua, IBM System x3650 M2 dan x3550 M2. Produk ini dibangun dengan desain energi pintar yang baru untuk menyederhanakan pendistribusian daya dan mengurangi energi yang hilang, server-server kelas enterprise dengan socket ganda ini dapat mengurangi listrik yang digunakan, dan dilengkapi power supply yang sangat hemat biaya dengan standar di atas 80 Plus Gold, kipas angin dapat berputar berlawanan arah, altimeter, dan pengelolaan daya canggih.

Inovasi-inovasi ini memungkinkan konsumsi energi yang lebih rendah, dan biaya energi per tahun untuk pusat data kelas enterprise. Server-server ini juga menawarkan performa yang luar biasa dengan kecepatan komputasi hingga 6,4GT/detik, redundansi rancangan dan opsi keamanan yang unik.

Ketiga, IBM System x iDataPlex dx360 M2. Produk IBM selanjutnya ini dirancang khusus untuk pusat data yang membutuhkan performa tinggi namun memiliki keterbatasan ruang lantai, daya dan infrastruktur pendinginan. Selain itu, ia juga menawar kan densitas komputasi lima kali lebih tinggi dibanding server rak 1U di pusat data, dan dapat mendinginkan pusat data 70 persen lebih efisien dengan fitur Rear Door Heat Exchanger.

Salah satu server System x dan BladeCenter generasi terbaru, dx360 M2 secara signifikan mengurangi biaya operasional, mudah dikelola dan diintegrasikan untuk penskalaan kilat guna mengatasi tantangan bisnis teknologi informasi saat ini.

Lebih lanjut Fetra memaparkan, untuk melengkapi jajaran server rak, blade dan iDataPlex-nya, IBM juga akan meluncurkan solusi-solusi menara yang telah dioptimalkan di kwartal ke-2. Menara-menara ini akan dapat mengatasi tantangan menjalankan TI berperforma tinggi di mana keamanan, serviceability, kemudahan penggunaan dan kehanda lan sangat penting.

Sistem-sistem yang baru ini memanfaatkan fitur dan performa jajaran prosesor Intel yang baru. Sistem baru tersebut adalah IBM Systems Director 6.1, Unified Extensible Firmware Interface (UEFI), Integrated Management Module (IMM), dan I BM ToolsCenter.

IBM Systems Director 6.1 yang baru menyediakan alat-alat bertenaga besar untuk mengelola sumber daya fisik maupun virtual, mudah digunakan dan memiliki antarmuka berbasis web dengan tutorial/ wizard yang terintegrasi, seperti Systems Directo r Active Energy Manager.

Sistem ini juga mendukung berbagai platform, termasuk IBM Power Systems, System z, penyimpanan dan server x86 non-IBM x86, serta dapat mewujudkan penghematan biaya hingga 34,5 persen untuk server Windows dan 43,8 persen untuk serv er x86 Linux. UEFI adalah generasi terbaru BIOS yang konsisten di seluruh portofolionya dan memungkinkan opsi penkonfigurasian jarak jauh yang lebih terperinci.

ONE/kikin

Sumber: kompas

Selengkapnya...

Lencana Facebook