Screenshot Awal Office 2010 (Bagian 2)

NUANSA POLNES/SAMARINDA - Beberapa waktu yang lalu Microsoft merencanakan untuk mengeluarkan aplikasi Office 2010 versi Technical Preview pada bulan Juli 2009 untuk diuji coba, terbatas kepada orang-orang tertentu saja yang mendapat undangan dari Microsoft. Jika tertarik, Anda pun bisa mencoba peruntungan dengan mendaftar ke halaman registrasi Microsoft Office 2010 Technical Preview. Tapi, tidak perlu menunggu sampai Juli, karena sekarang ini Anda sudah bisa menyaksikan seperti apa tampilan dari Office 2010 versi Technical Review yang telah bocor di internet melalui jaringan BitTorrent, baik yang versi 34-bit maupun yang 64-bit dengan versi yang tertera adalah build 14.0.4006.1010.

Sebelumnya kita sudah melihat versi Alpha di bulan Januari yang pada waktu itu masih menggunakan nama Office 14, lalu Minggu yang lalu juga diperlihatkan beberapa tampilan Office yang sudah menggunakan nama resmi, Office 2010. Yang sayangnya belum terlalu lengkap sehingga masih dibuat penasaran, dan dari bocoran yang sekarang ini kita bisa melihat dengan lebih detil lagi tiap aplikasi dari paket Office 2010 yang terdiri dari Access 2010, Excel 2010, InfoPath 2010, OneNote 2010, Outlook 2010, PowerPoint 2010, Project 2010, Publisher 2010, SharePoint Designer 2010, SharePoint Workspace 2010, Visio 2010, dan Word 2010.

Klik link pada gambar untuk melihat screenshot dalam ukuran yang lebih besar.

Office 2010 Installation Options.jpg


Office 2010 Apps List.jpg


Office 2010 Icons Thumb 640x468.jpg


Word 2010 Technical Preview


Office 2010 Word 1.jpg


Office 2010 Word 2.jpg


Office 2010 Word 3.jpg


Office 2010 Word 4.jpg


Excel 2010 Technical Preview


Office 2010 Excel 1.jpg


Office 2010 Excel 2.jpg


Office 2010 Excel 3.jpg


Office 2010 Excel 4.jpg


Powerpoint 2010 Technical Preview


Office 2010 Powerpoint 1.jpg


Office 2010 Powerpoint 2.jpg


Office 2010 Powerpoint 3.jpg


Office 2010 Powerpoint 4.jpg


Visio 2010 Technical Preview


Office 2010 Visio 1.jpg


Office 2010 Visio 2.jpg


Office 2010 Visio 3.jpg


Office 2010 Visio 4.jpg


Access 2010 Technical Preview


Office 2010 Access 1.jpg


Office 2010 Access 2.jpg


Office 2010 Access 3.jpg


Office 2010 Access 4.jpg


Outlook 2010 Technical Preview


Office 2010 Outlook 1.jpg


Office 2010 Outlook 2.jpg


Office 2010 Outlook 3.jpg


Office 2010 Outlook 4.jpg


InfoPath 2010 Technical Preview




OneNote 2010 Technical Preview




Project 2010 Technical Preview




Publisher 2010 Technical Preview




SharePoint Designer 2010 Technical Preview




SharePoint Workspace 2010 Technical Preview




Office 2010 Taskbar.jpgSeperti yang bisa Anda lihat dan perhatikan pada gambar-gambar di atas, beberapa aplikasi terdapat lebih banyak perubahan dibandingkan yang lainnya. Antar muka yang menggunakan gaya Ribbon masih dipertahankan oleh Microsoft di Office terbarunya ini, tampilan Ribbon sedikit demi sedikit mulai dapat diterima dan pengguna sudah merasakan manfaatnya dibandingkan desain tampilan yang lama, bahkan beberapa aplikasi lain di luar Microsoft sudah mengadopsi tampilan ribbon.

Jika diperhatikan pada screenshot splashscreen yang biasa muncul pada saat kita membuka aplikasi Office, terdapat animasi dengan waran-warna yang lembut di bagian bawahnya sehingga terlihat berbeda dari satu screenshot ke screenshot yang lainnya. Ikon Office berbentuk bulat yang biasanya ada di bagian pojok kiri atas, kini diganti menjadi tombol kotak yang jika diklik tidak lagi memunculkan menu dalam bentuk drop down, tapi akan muncul layar yang menutupihalaman utama dari jendela Office. Bisa dilihat pada screenshot kedua dari tiap aplikasi. Kemudian di versi ini Office 2010 sudah bisa melakukan integrasi dengan taskbar Windows 7 yang baru, bisa Anda lihat pada gambar di sebelah kanan ini.
kikin
SUMBER: Udara Maya
Selengkapnya...

Membangun Router di Rumah dengan Ubuntu

NUANSA POLNES/SAMARINDA - Banyak rumah saat ini sudah memiliki akses Internet mandiri. Beberapa di antaranya bahkan telah menggunakan koneksi broadband dengan kecepatan yang lumayan tinggi. Pertanyaannya, bisakah koneksi Internet tersebut dibagi-pakai ke banyak PC atau notebook di rumah? Jawabnya bisa, dengan router!


Router yang akan dibuat — meskipun untuk kelas rumahan — dijamin memiliki kestabilan dan keamanan kelas enterprise karena didukung dengan sistem operasi Linux. Eits, jangan alergi dulu dengan Linux. Linux yang ini sengaja dipilih dari distro Ubuntu Desktop — distro Linux termudah dan banyak digunakan sebagai terminal kerja. Kami jamin, Anda enggak bakal bertemu dengan perintah baris Linux yang banyak ditakuti oleh pengguna awam.

Di sini kita akan menggunakan Linux Ubuntu Desktop versi 8.10 (Intrepid Ibex). Namun pengguna Ubuntu versi di bawahnya juga tetap dapat mengikuti langkah yang sama. Oh ya, router yang akan kita buat menggunakan aplikasi Firestarter (www.fs-security.com) yang punya lisensi gratis 100%. Aslinya, aplikasi ini adalah sebuah firewall dengan fitur router. Jadi router Anda nantinya akan memiliki fasilitas firewall. Asyik, kan?

Mari kita mulai. Sebagai langkah awal, siapkan PC yang sudah ter-instal Ubuntu dan memiliki koneksi Internet aktif sehingga Anda bisa browsing di sana. Jangan lupa sediakan pula sebuah kartu jaringan tambahan untuk menghubungkan Ubuntu ke jaringan lokal.

Instalasi Komponen Utama
1. Ada dua komponen utama yang harus di-instal sebelum kita dapat memfungsikan PC sebagai router, yaitu Firestarter dan DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol). Komponen DHCP hanya perlu di-instal jika Anda ingin alamat IP dialokasikan otomatis kepada klien. Jika ingin melakukan konfigurasi alamat secara manual, DHCP tidak wajib di-instal. Untuk meng-instal Firestarter dan DHCP, klik menu System > Administration > Synaptic Package Manager (SPM). Kemudian masukkan password root Ubuntu Anda (jika diminta).

2. Dari jendela SPM, manfaatkan fasilitas “Quick Search” untuk mencari paket Firestarter. Jika sudah ketemu, klik kotak kecil di sebelah paket Firestarter dan pilih “Mark for Installation”.

3. Selanjutnya, dengan cara yang sama, lakukan pencarian untuk paket DCHP. Jika SPM menyajikan banyak pilihan, pastikan Anda memilih paket “dhcp3-server”. Klik kembali kotak kecil dan pilih “Mark for Installation”. Kemudian klik tombol “Apply” dengan ikon centang hijau yang ada di atas. Sisanya biar Linux yang mengerjakan.


Konfigurasi Router
4. Jika instalasi berjalan dengan mulus, langkah berikutnya adalah melakukan konfigurasi Firestarter agar semua koneksi dari klien bisa diteruskan ke Internet. Jalankan Firestarter dari menu Applications > Internet > Firestarter dan masukkan password root Ubuntu jika diminta.

5. Dari jendela utama Firestarter, klik menu Preferences di bagian atas (pastikan tab “Status” aktif), kemudian pilih Network Setting. Perhatikan 2 kotak drop-down yang ada di sana. Kotak drop-down paling atas adalah antarmuka jaringan yang terkoneksi dengan Internet. Jika menggunakan kartu jaringan Ethernet, antarmuka yang ditunjukkan kemungkinan besar adalah “eth0”. Sementara kotak drop-down kedua menunjukkan antarmuka untuk jaringan lokal.

6. Jika sudah ditentukan mana jaringan Internet dan lokal, Anda tinggal mengaktifkan (centang) opsi “Enable Internet connection sharing” dan “Enable DHCP for the local network” (alokasi IP klien otomatis). Rentang alokasi IP menggunakan DHCP juga bisa Anda tentukan sendiri, dengan mengklik tanda panah hitam di sebelah opsi “DCHP server details”. Opsi lain di jendela ini bisa dibiarkan apa adanya, karena kita tidak terlalu membutuhkannya.

7. Setelah semua selesai disetel, klik tombol “Accept”. Dengan mengklik tombol “Start Firewall”, PC Anda sudah menjadi sebuah router untuk berbagi koneksi Internet. Mudah, bukan?



TIPS: Bonus Firewall

Tidak lengkap rasanya jika sebuah router tidak dilengkapi dengan pengaman tambahan untuk menangkal serangan yang sangat mungkin datang dari sisi Internet. Untungnya, Firestarter memang didesain untuk mengamankan PC yang terhubung ke Internet, termasuk klien-kliennya yang terhubung melalui fasilitas Internet Connection Sharing.

Sebenarnya, secara default, Firestarter sudah bekerja sebagai firewall sejak pertama kali diaktifkan. Tetapi setelan default menurut kami masih memiliki banyak lubang yang jika tidak ditutup bukan tidak mungkin bakal ditembus cracker.

Apabila keamanan menjadi prioritas Anda saat berselancar-ria, tidak ada salahnya mengikuti langkah-langkah sederhana berikut.

A. Menghadang Serangan dari Luar
1. Buka kembali jendela Preferences di Firestarter. Kali ini pilih “ICMP Filtering” dan aktifkan (centang) opsi “Enable ICMP Filtering”. Abaikan opsi lain di bawahnya jika memang tidak ada fitur lain dari protokol ICMP yang diizinkan diterima PC. Selanjutnya, klik tombol Accept.


2. Kembali ke jendela utama Firestarter, lalu pilih tab “Policy”. Di opsi Editing, pastikan terpilih “Inbound traffic policy” yang artinya kita akan membuat aturan tentang “siapa saja yang boleh mengakses PC atau port dari sisi Internet”. Jika tidak ada port yang boleh diakses dari Internet, maka pastikan daftar “Allow connection from host”, “Allow service”, dan “Forward service” dalam keadaan kosong. Sebaliknya, jika ingin membolehkan sebuah host dari sisi Internet terkoneksi ke router ini, klik kanan area kosong di daftar “Allow connection from host” dan pilih “Add rule”. Kemudian masukkan alamat IP dari host yang diizinkan mengakses router. Jika sudah, jangan lupa klik tombol “Add” dan “Apply”. Cara yang sama bisa dilakukan untuk membolehkan koneksi port/service dari Internet, hanya saja Anda harus bekerja di daftar “Allow service”.

3. Jika sudah, coba tes PC Anda dengan bantuan situs audit keamanan milik Gibson Research (www.grc.com). Bandingkan hasil sebelum dan sesudah konfigurasi dilakukan (lihat apakah Anda mendapat predikat “Passed” pada TruStealth Analysis atau tidak).


B. Membatasi Akses URL Klien
Setelah berhasil membatasi akses dari luar, sekarang kita akan membuat batasan terhadap klien yang akan mengakses Internet. Hal ini sangat berguna jika Anda ingin menghemat bandwidth atau mencegah pengguna di bawah umur mengakses situs yang tidak semestinya. Begini cara melakukannya.

1. Dari jendela utama Firestarter, klik tab “Policy” dan ubah dropdown editing menjadi “Outbound traffic policy”. Opsi ini dipakai untuk membatasi akses klien lokal ke Internet atau kebalikan dari “Inbound traffic policy” yang telah kita bahas di atas.

2. Akan muncul dua radio button yang masing masing berisi opsi “Permissive by default, black list traffic” dan “Restrictive by default, whitelist traffic”. Permissive by default digunakan jika Anda ingin mengizinkan semua lalu lintas data dari klien ke Internet dan menggunakan daftar policy untuk memblok alamat, host atau service/port tertentu. Sebaliknya, Restrictive by default digunakan untuk memblok semua lalu lintas data dari klien ke Internet dan menggunakan daftar policy untuk membolehkan akses ke alamat, host atau service/port tertentu. Jika ingin memblokir alamat tertentu saja, pilih Permissive by default.

3. Untuk memerintahkan agar Firestarter memblokir situs tertentu, lakukan dengan mengklik kanan area kosong di daftar “Deny connection to host”, lalu pilih “Add rule”. Masukkan alamat IP atau nama domain (tanpa “http://”) di field “IP, host or network”, lalu klik Add. Jika sudah, jangan lupa mengklik Apply di bagian atas jendela Firestarter. Coba kunjungi alamat yang diblokir tadi menggunakan browser.
kikin
sumber: PCplus/kOMPAS

Selengkapnya...

Cara Manual Atasi Serangan Virus Nadia Saphira

VAKSINCOMVAKSINCOMVAKSINCOM
Kill process virus yang aktif dengan CurrProcess.



NUANSA POLNES/JAKARTA - Boro-boro langsung dibunuh, sebagai varian baru virus lokal, serangan virus Nadia Saphira belum terdeteksi kebanyakan produk antivirus. Namun, Anda dapat mengatasinya secara manual jika komputer terlanjur terserang dan antivirus belum dapat mengatasinya.

Vaksincom, perusahaan lokal penyedia solusi antivirus yang berpusat di Jakarta menyediakan tips membersihkan virus tersebut. Berikut 7 langkah membersihkan virus Nadia Saphira.

1. Sebaiknya putuskan komputer yang akan dibersihkan dari jaringan internet maupun LAN.

2. Matikan "System Restore" selama proses pembersihan virus (untuk Windows XP/Vista) dengan memilih turn off pada Start>>Control Panel>>System Restore.

3. Matikan proses virus yang aktif di memory. Gunakan tools pengganti task manager, seperti CProcess.

a. Aplikasi ini dapat anda download pada http://www.nirsoft.net/utils/index.html

b. Dengan tools ini, lakukan kill process, pada beberapa file virus yang aktif yaitu:
- C:-Documents and Settings-All User-Start Menu-Programs-Startup-lan.exe
- C:-WINDOWS-system32-misconfig.exe
- C:-WINDOWS-taskmgr.exe

4. Hapus string registry yang telah dibuat oleh virus.

a. Untuk mempermudah dapat menggunakan script registry di bawah ini.

[Version]
Signature="$Chicago$"
Provider=Vaksincom Oyee

[DefaultInstall]
AddReg=UnhookRegKey
DelReg=del

[UnhookRegKey]
HKCR, batfile-shell-open-command,,,"""%1"" %*"
HKCR, comfile-shell-open-command,,,"""%1"" %*"
HKCR, exefile-shell-open-command,,,"""%1"" %*"
HKCR, piffile-shell-open-command,,,"""%1"" %*"
HKCR, lnkfile-shell-open-command,,,"""%1"" %*"
HKCR, scrfile-shell-open-command,,,"""%1"" %*"
HKCU, Software-Microsoft-Windows-CurrentVersion-Explorer-Advanced,
HKLM, SOFTWARE-Classes-exefile-DefaultIcon,,,""%1""
HKLM, SOFTWARE-Classes-exefile,,,"Application"
HKLM, SOFTWARE-Classes-exefile,infotip,0, "prop:FileDescription;Company;FileVersion;Create;Size"
HKLM, SOFTWARE-Classes-exefile,TileInfo,0, "prop:FileDescription;Company;FileVersion"
HKCU, Software-Microsoft-Command Processor, AutoRun,0,
HKLM, SOFTWARE-Microsoft-Command Processor, AutoRun,0,
HKLM,SOFTWARE-Microsoft-Windows-CurrentVersion-Explorer-Advanced-Folder-Hidden-SHOWALL, CheckedValue, 0x00010001,1
HKLM,SOFTWARE-Microsoft-Windows-CurrentVersion-Explorer-Advanced-Folder-Hidden-SHOWALL, DefaultValue, 0x00010001,2

[del]
HKCU, Software-Microsoft-Windows-CurrentVersion-Policies-System, DisableRegistryTools
HKCU, Software-Microsoft-Windows-CurrentVersion-Policies-Explorer, NoFolderOptions
HKCU, Software-Microsoft-Windows-CurrentVersion-Policies-Explorer, nofind
HKLM, SOFTWARE-Microsoft-Windows-CurrentVersion-Policies-Explorer, nofind
HKLM, SOFTWARE-Microsoft-Windows NT-CurrentVersion-Image File Execution Options-msiexec.exe
HKLM, SOFTWARE-Microsoft-Windows NT-CurrentVersion-Image File Execution Options-sessmgr.exe
HKLM, SOFTWARE-Microsoft-Windows NT-CurrentVersion-Image File Execution Options-SPYXX.exe

b. Gunakan notepad, kemudian simpan dengan nama “repair.inf” (gunakan pilihan Save As Type menjadi All Files agar tidak terjadi kesalahan).

c. Jalankan repair.inf dengan klik kanan, kemudian pilih install.
Sebaiknya membuat file repair.inf di komputer yang clean, agar virus tidak aktif kembali.

5. Hapus file virus yang mempunyai ciri-ciri sebagai berikut Icon application/folder, Extension .exe, Ukuran 69 kb & 17 kb.

a. Sebaiknya tampilkan file yang tersembunyi agar mempermudah dalam proses pencarian file virus.

b. Untuk mempermudah proses pencarian sebaiknya gunakan "Search Windows" dengan filter file *.exe & *.ini yang mempunyai ukuran 69 KB & 17 KB.

c. Hapus file virus yang biasanya mempunyai date modified yang sama.

6. Tampilkan kembali folder yang disembunyikan pada drive atau flashdisk gunakan perintah "ATTRIB" pada command prompt.

a. Klik "Start"
b. Klik “Run”
c. Ketik "CMD", kemudian tekan tombol "Enter"
d. Pindahkan posisi kursor ke drive Flash Disk
e. Kemudian ketik perintah ATTRIB –s –h –r /s /d kemudian tekan tombol enter.

7.Untuk pembersihan yang optimal dan mencegah infeksi ulang, sebaiknya menggunakan antivirus yang terupdate dan mengenali virus ini dengan baik.

WAH/kikin

Sumber: Kompas

Selengkapnya...

Lencana Facebook